VIVAnews – Dampak radiasi akibat meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima terus bertambah. Setelah diuji, setidaknya ada 160 orang yang telah terkontaminasi radiasi tersebut pasca ledakan reaktor nuklir yang rusak akibat gempa besar Jumat lalu.

Menurut agen keselamatan industri dan nuklir (Nuclear and Industrial Safety Agency – NISA), sebuah kelompok yang beranggota sekitar 60 orang diduga terkena radiasi ketika menunggu helikopter yang siap mengangkut mereka dari halaman SMA Futaba.

“Sementara sekitar 100 orang lainnya terkontaminasi saat dievakuasi dengan bis dari Futaba. Sehingga, totalnya ada sekitar 160 orang,” papar agen tersebut. Mengatahui hal tersebut, pihak berwenang memperingatkan warga agar tetap menutup jendela dan pintu untuk meminimalisir risiko terkena radiasi nuklir yang semakin luas.

Dari 100 orang yang dievakuasi dengan bis, sembilan di antaranya telah terkena radiasi dan satu di antaranya menunjukkan adanya jumlah radiasi hingga 100.000 cpm, tingkat di mana para ahli mengatakan bahwa korban harus didekontaminasi. Hasil akhir akan diumumkan setelah helikopter menyelesaikan proses evakuasi.

Sementara delapan orang lainnya juga ditemukenali telah terkontaminasi radiasi, namun dengan kadar risiko yang lebih kecil, yakni antara 18.000 cpm – 40.000 cpm. Belum diketahui apakah kedelapan orang tersebut juga perlu menjalani proses dekontaminasi.

Sementara itu, di sela konferensi pers, Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengatakan pemerintah Jepang akan bekerja keras mengatasi kegagalan sistem pendingin dalam reaktor nuklir nomor 1 Fukushima.

Langkah yang ditempuh termasuk melepaskan uap dan mengurangi tekanan di dalam wadah reaktor, kemudian memompa air di dalamnya. Jika langkah ini berhasil, reaktor akan dikelola dengan aman, meski uapnya mengandung sejumlah kecil bahan radioaktif yang menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia.

“Kondisi darurat terjadi pada reaktor nomor tiga di pabrik nomor satu, salah satu dari perusahaan PLTN di Fukushima. Operasi pompa air laut diharapkan dapat mendinginkan reaktor nuklir nomor satu,” kata Edano.

Dalam evakuasi di sekitar pabrik nomor satu, Edano mengatakan 114 orang masih dalam jarak 10 kilometer dari pembangkit listrik. Dia juga mengatakan sedikitnya ada 210.000 penduduk yang dievakuasi di antara 10 dan 20 kilometer sejak Minggu pagi. (umi)

sumber: vivanews.com