Tindakan mengambil pisau lalu kemudian digoreskan ke kulit sendiri mungkin hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, namun nyatanya ada orang – orang yang melakukannya. Kelainan ini biasa disebut Self-Harm atau Self-Injury.Self injury berbeda dengan bunuh diri, para pelakunya menyakiti diri mereka bukan untuk mati melainkan untuk mencapai kebebasan emosi, merasa tidak nyata, atau mati rasa.

Biasanya para pelakunya menyakiti diri mereka secara rutin dan teratur, tapi tidak jarang juga yang hanya melakukannya dalam keadaan tertentu, misalnya saat mereka merasa sedih atau tertekan. Senjata yang pada pelaku self-injury ini gunakan bukan hanya senjata tajam, mereka dapat memanfaatkan barag – barang yang tidak pernah terpikir oleh kita sebelumnya untuk meyakiti diri, seperti kartu kredit atau penggaris plastik.

Pandangan para pelakunya berbeda, ada yang setuju kalau prilaku itu merusak, tapi tidak bisa berhenti karena perasaan nyaman yang diperolehnya, ada yang merasa bangga dengan apa yang diperbuatnya.

Yang dikhawatirkan prilaku ini menyebar di kalangan remaja seperti gangguan pola makan, banyak yang menjadi self-injury setelah membaca sebuah artikel dari media atau mengetahuinya dari orang lain lalu memutuskan untuk terlibat.

referensi: http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/08/18/self-injury/